Vaksinasi di Dua Sekolah, Tidak Semua Orang Tua Siswa Beri Persetujuan

  • Whatsapp
Salah satu pelajar di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah menjalani vaksinasi Covid-19. (Foto : arifbudiman)

PARIMO – radarparimo.com Ratusan pelajar di dua sekolah di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah menjalani vaksinasi Covid-19. Dua sekolah itu, yakni SMP Alkhairaat Masigi dan SMK Negeri 1 Parigi di Desa Bambalemo.

Wakil Kepala SMK Negeri 1 Parigi, Sri Megawati mengatakan, siswa di sekolahnya cukup antusias menjalani vaksinasi. Meskipun masih juga terdapat beberapa siswa yang menolak, dengan tidak mengembalikan surat persetujuan orang  tua mereka ke sekolah.

Bacaan Lainnya

“Jumlah siswa di sini sekitar 417 orang, kurang lebih 20 persen sudah menjalani vaksinasi mandiri. Sekarang bertambah lagi, dengan dilaksanakan di sekolah ini. Tetapi memang hanya siswa kelas satu yang mengikuti saat ini, karena minggu ini jadwal pembelajaran tatap muka mereka,”.

Sri berharap, ratusan pelajar di SMK Negeri 1 Parigi itu bisa hadir  dalam kegiatan vaksinasi tersebut.” Dan mudah-mudahan siswa ini hadir semua, sehingga bisa diketahui jumlah yang sudah tervaksin. Tetapi kalau belum bisa, kita akan lanjutkan besok,” ujarnya.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah daerah untuk melaksanakan vaksin terhadap siswa kami, agar terhindar dari penularan virus corona,” ungkap Wakil Kepala SMK Negeri 1 Parigi, Sri Megawati, Saat ditemui di Parigi, Rabu (3/11/2021).

Sementara itu Kepala SMP Akhairaat Masigi, Drs. Arkam Pibete,mengatakan sementara siswa yang bersedia menjalani vaksinasi di sekolahnya, sebanyak 47 siswa dari total 149 siswa. Hal itu, berdasarkan surat persetujuan orang tua siswa yang diberikan beberapa hari sebelum pelaksanaan vaksinasi dilakukan.

Tujuan permintaan persetujuan itu kata dia, dilakukan karena pihaknya tidak dapat memaksakan siswanya untuk menjalani vaksin tanpa adanya dikatahui orang tuanya.

“Semalam saja, ada orang tua siswa yang datang ke rumah minta anaknya tidak divaksin karena penyakit Asma,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada orang tua siswa, untuk mengizinkan anaknya mendapatkan suntikan vaksin, agar terhindar dari penyebaran virus. Disamping itu, dapat mendukung capaian target vaksinasi di Parimo.

“Sudah cukup upaya pemerintah, tapi masyarakat masih juga ditemukan ada penolakan. Sebaiknya hal ini tidak terjadi, harusnya kita mendukungnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Parimo, Ellen Ludya Nelwan mengatakan, vaksinasi menyasar pelajar saat menjalani proses belajar mengajar dianggap efektif, karena terkumpul di lingkungan sekolah,. Disamping itu, memudahkan pihaknya untuk menjaring para siswa.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran pelajar telah dilaksanakan mulai digalakkan pekan ini, mulai dari tinggat SMP, SMA, SMK hingga pesantren dan serentak di 23 kecamatan, serta melibatkan Puskesmas.

“Kebetulan memang masyarakat yang datang ke Puskesmas untuk vaksinasi berkurang, makanya kami kembali menyasar pelajar langsung ke sekolah,” kata dia. (abt)

Pos terkait