Sekolah Diberi Kesempatan Rubah RKAS

  • Whatsapp
Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar, Ibrahim. (Foto : arifbudiman)

PARIMO – radarparimo.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong telah membuka ruang kepada sekolah untuk melaksanakan perubahan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) anggaran tahun 2021 dalam aplikasi.

Tujuan dibukanya RKAS ini untuk menyesuaikan kembali belanja sekolah yang disesuaikan dengan perkembangan situasi sekarang yang sudah mulai tatap muka meskipun terbatas.

“Anggaran dana Bos tahap III itu sudah masuk dalam rekening, tetapi dinas Pendidikan belum merekomendasikan pencairan, dikarenakan rampungkan dulu penyusunan perubahan RKAS,”kata Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar, Ibrahim Rabu (13/10/2021)

Ibrahim jelaskan, dengan waktu hanya sekitar dua bulan, satuan pendidikan diharapkan tidak membuat kegiatan tidak bermanfaat serta tidak dapat menghabiskan anggaran sehingga banyak tersisa silpa di tahun 2021 ini.

Ibrahim juga menyatakan, akan melakukan pendampingan untuk menekankan waktu yang kurang 2 bulan ini.

“Sehingga kami menyampaikan lakukan perubahan pembelanjaan kegiatan yang betul betul sesuai kebutuhan sekolah dan jangan mempersulit membuat pertanggung jawaban.”ucapnya

Ibrahim menegaskan, jika terdapat sisa BOS Afirmasi dan kinerja tahun 2020, maka saat ini dimasukkan ke dalam sistem untuk dibelanjakan.

Apabila sistem telah dikunci, maka sekolah tidak dapat merubah program yang sudah dimasukkan ke dalam RKS, dan sekolah diwajibkan membelanjakan dana itu.

“Mereka harus belanjakan, apabila tidak bisa dihabiskan secara otomatis akan kembali menjadi Silpa. Maka kami tegaskan terhitung 31 Desember tidak ada lagi saldo tunai di bendahara,” tegsnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan terkait pembelajaran tatap muka terbatas harus berdasarkan panduan yang diberikan. Apabila, dalam pelaksanaan terdapat klaster baru, pihaknya harus langsung menutup proses pembelajaran.

“Sekalipun itu bukan klaster sekolah, semisal di satu desa atau kecamatan, seketika penyebaran Covid terjadi, sekolah itu ditutup,” pungkasnya. (abt)

Pos terkait