Program READ-SI Tahun 2021 Diarahkan Untuk Infastruktur dan Pembelanjaan Saprodi

  • Whatsapp
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parimo, Nurhidayah Rahma, SP, MSi. (Foto : Ist)

PARIMO – radarparimo.com Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-Up Initiative (READ-SI) atau Program Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan Pembangunan Pertanian tahun 2021 lebih diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pembelanjaan sarana produksi (saprodi).

Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Nurhidayah Rahma, SP, MSi.

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang dimaksud diantaranya dalam bentuk pembangunan/perbaikan jalan usaha tani dan jalan ke kantong produksi yang dikerjakan sendiri (swakelola) oleh kelompok penerima bantuan program READ-SI di wilayah setempat.

“Pembangunan infrastruktur diantaranya untuk jalan usaha tani, jalan ke kantong produksi sesuai keinginan masyarakat setempat karena kita membentuk tim pembangunan infrastruktur desa sederhana.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan oleh anggota kelompok secara swakelola tipe empat. Kelompok itu yang membangun infrastruktur desa sederhana. Jadi disitu banyak tenaga dari kelompok yang dipekerjakan,”ujar Nurhidayah.

Sedangkan untuk pembelanjaan saprodi kata Nurhidayah, setiap kelompok penerima bantuan program READ-SI diarahkan membelanjakan uangnya bagi pengadaan saprodi.

“Untuk pembenjalaan saprodi, mereka yang tergabung dalam kelompok itu diarahkan untuk membeli saprodi seperti beli benih dan pupuk untuk budidayanya.  Kalau di kelompok kakao mereka membeli bibit untuk peremajaan,”jelasnya.

Nuhidayah menambahkan, program READ-SI merupakan program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Setiap daerah yang menjadi sasaran program READ-SI akan mendapatkan bantuan dalam bentuk uang yang selanjutnya disalurkan ke kelompok di desa sasaran.

Program READ-SI di Kabupaten Parimo katanya berlangsung selama lima tahun yang dimulai sejak tahun 2018 lalu dan akan berakahir pada tahun 2022 mendatang dengan sasaran 20 desa yang masuk kategori miskin. Tujuan program ini katanya adalah untuk membantu pengentasan kemiskinan di daerah sasaran. (*/abt)

Pos terkait