Pemda Parimo Respon Cepat Bencana Banjir di Dua Kecamatan

  • Whatsapp
Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Idran ST. (Foto : Thilonk)

PARIMO – radarparimo.com  – Pemerintah Daerah Parigi Moutong Sulawesi Tengah langsung merespon cepat, dengan menginstrusikan BPBD dan Dinas Sosial untuk turun menangani bencana banjir di dua kecamatan.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi, dan hari ini kami akan turun ke lokasi bencana, bersama Tagana dan PMI Parimo,” ungkap Kepala BPBD Parimo, Idran saat dihubungi di Parigi, Senin (4/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, pihaknya akan melakukan penanganan bencana di Desa Pande Lalap, dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 53 unit. Kemudian, di Desa Sibatang Kecamatan Taopa sebanyak 50 unit rumah terdampak, berdasarkan data sementara.

Saat tiba di lokasi kata dia, pihaknya akan langsung memberikan penanganan tanggap bencana dengan melakukan membersihan material lumpur di rumah-rumah warga terdampak.

Selain itu pihaknya akan mengakutkan data, dengan melakukan pendataan korban jiwa dan kerusakan akibat bencana banjir.

“Kami akan dibantu PMI dan Tagana untuk melakukan pembersihan. Kedua relawan sosial ini, selain membawa peralatan pembersihan, mereka juga siap dengan logistik,” kata dia.

Dia menjelaskan, bencana di dua desa itu terjadi karena luapan air sungai di wilayah setempat, karena endapan material yang sudah tinggi. Sehingga perlu dilakukan normalisasi sungai dan pembuatan tanggul.

Kondisi pasca banjir kata dia, warga terdampak di Desa Pande Lalap dan Sibatang telah melakukan pengungsian di sejumlah rumah warga yang tidak terdampak,  dan sebagian mengungsi ke Mesjid setempat.

“Kalau di Desa Sibatang, ada yang mengungsi ke rumah keluarganya, karena lokasinya berada didataran tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Parimo, Aristo mengatakan, dalam penanganan tanggap bencana pihaknya telah menyiapkan logistik berupa satu ton beras.

Menurut dia, tim Tagana diturunkan berjumlah 15 personil, bertugas untuk membantu penanganan tanggap bencana kepada para korban banjir di dua kecamatan.

“Ketinggian air saat kejadian sekitar satu setengah meter. Kerugian material di Desa Pande Lalap berupa kelapa yang telah siap diolah, ludes terbawa arus banjir,” pungkasnya. (Opi)

Pos terkait