Parimo Tak Lagi Sasaran Bangun Baru Sarana Air Bersih

  • Whatsapp
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Parigi Moutong. Vadlon

PARIMO – radarparimo.com – Kapasitas air bersih di wilayah  Kabupaten Parigi Moutong, dianggap berlebihan  oleh  pemerintah pusat. Sehingga, tidak lagi menjadi sasaran pembangunan baru, sarana air bersih.

“Selama ini  yang kami ajukan adalah wilayah yang pengelolaan program Pamsimas yang  ada istilahnya desa merah. Itu yang kami ajukan pada program air bersih ke Kementerian. Tetapi kami juga mau ada desa lain diluar itu. Tetapi ketika kami ajukan dalam sistem ditolak, karena dianggap Parigi Moutong  overcapacity untuk pembangunan baru sarana air bersih, “, kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Parimo Vadlon, Selasa (20/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut  Vadlon, Parigi Moutong tahun ini tetap diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sarana air bersih, dengan total anggaran kurang lebih  Rp. 7 Miliar  yang diperuntukan di enam desa yakni, Tolole, Donggulu Selatan, Sigega Bersahati, Bainaa, Palasa Tengah dan Kotaraya Barat.

Lanjut Vadlon  alokasi anggaran itu hanya untuk kegiatan optimalisasi, peningkatan dan perluasan, dengan nominal  anggaran  bervariasi.

Vadlon mengatakan, satu contoh di Desa Tolole telah mendapatkan sarana air bersih pada tahun 2010 silam. Ternyata terdapat kerusakan pada bagian pipa dan SPL, sehingga dilakukan rehabilitasi.

“Beberapa  sarana air  bersih sudah kembali berfungsi, kalau kita harap APBD tidak bisa menganggarkan itu. Makanya saya selalu ingatkan kepada pemerintah desa untuk memberikan kami data, kalau tidak ada data kami tidak bisa mengajukan ke pemerintah pusat melalui sistem,”ujarnya.

Vadlon  menambahkan, alokasi anggaran  sebesar Rp. 7 Miliar lebih tahun 2021, menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena dampak pandemi Covid-19. Bahkan, sebenarnya di Kecamatan Balinggi dialokasikan anggaran Rp. 14 Miliar lebih, namun tidak terealisasi.

“Kalau tahun sebelumnya ada sebesar Rp. 6 Miliar lebih di Desa Boloung, yang telah dalam proses pemeriksaan,”tutur Vadlon.(abt)

Pos terkait