Parimo Raih 3 Kategori penilaian Percepatan Penuruan Stunting Nasional

  • Whatsapp
Wakil Bupati Parigi Moutong,H Badrun Nggai menerima penghargaan 3 kategori capaian kinerja aksi stunting oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H Lonki Djanggola,MSi.

PARIMO – Kabupaten Parigi Moutong meraih tiga kategori dalam kegiatan penilaian aksi percepatan penurunan kasus kekerdilan atau ‘stunting’ secara nasional.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong Irwan,Skm. mengatakan  berdasarkan hasil penilaian kinerja stunting kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong berhasil meraih tiga kategori terbaik.ujarnya saat dihubungi, Selasa ( 1/12/2020).

Bacaan Lainnya

Tiga kategori yang diraih Parigi Moutong dari hasil penilaian kinerja stunting, diantaranya kabupaten replikatif tahun 2020, lalu kategori kabupaten tampilan pameran dan desa lokus terbaik serta terbaik satu aksi percepatan penurunan stunting terintegrasi kabupaten/kota se-Sulteng tahun ini.

“Penghargaan Ketiga kategori yang diraih Parigi Moutong diserahkan langsung, Gubernur Sulawesi Tengah,Drs H. Longki Djanggola,MSi.” Selasa,(1 Desember 2020 ) di palu.

Sementara itu Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Bappelitbangda Abd Sahid juga mengatakan, seluruh capaian prestasi yang diraih oleh Parigi Moutong dalam penangan Stunting, tidak terlepas dari upaya kerja keras  Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan lintas sektor lainnya dalam memberikan arahan, masukan, dorongan dalam rangka mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

“Parigi Moutong dipercayakan mengikuti penilaian aksi percepatan penurunan angka kasus kekerdilan tingkat nasional tanggal 7-8 Oktober lalu, dan mudah-mudahan kita bisa meraih predikat terbaik,” ujar Irwan.

Tahun ini, pemerintah setempat menarget menurunkan angka kasus kekerdilan anak 20 persen dibanding tahun 2019 sekitar 34,4 persen dan realisasi 10 bulan terakhir, angka itu turun drastis hingga 12,10 persen melampaui target Nasional 14 persen hingga tahun 2024.

“Artinya dengan ditetapkannya lokus penanganan kasus ini, model kegiatan semakin terarah dan berjalan maksimal, hasilnya Parigi Moutong melampaui target yang ditetapkan,” ujarnya.

Dengan prestasi yang diraih saat ini bukan berarti penanganan kekerdilan anak sudah selesai, Pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah, salah satunya yakni mempertahankan prevalensi kecenderungan penurunan kasus dengan mengoptimalkan kinerja yang melibatkan seluruh instansi dijajaran Pemkab Parigi Moutong.

Pada penanganan kasus kekerdilan, pemerintah telah menetapkan 20 indikator untuk mengukur kinerja dan capaian target yang dibutuhkan dalam program.

“Dari 20 indikator, ada delapan rencana aksi yang sudah ditetapkan pemerintah untuk dijalankan di antaranya analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk ‘stunting’, peraturan pemerintah, Kader Pembangunan Manusia (KPM), sistem manajemen data, pengukuran kekerdilan dan ‘review’ serta evalua si,” demikian Irwan. (Abt)

 

Pos terkait