Minim Anggaran, Pembangunan Dua Jembatan di Parimo Diusulkan ke Pemprov

  • Whatsapp
Kerugian Tujuh Jembatan Rusak Akibat Banjir di Parimo Diperkirakan Capai 4 Miliar Rupiah
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRP Parigi Moutong, I Wayan Mudana. (Foto : arifbudiman)

PARIMO – radarparimo.com Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong mengusulkan pembangunan lanjutan dua jembatan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah karena minimnya anggaran daerah.

“Diawal kemarin, ada tiga ruas jembatan kami usulkan ke Pemprov Sulawesi Tengah, yakni jembatan jalur dua Desa Bambalemo, jembatan penghubung Desa Jono -Baliara, dan jembatan cabang tiga Desa Moutong. Tetapi baru satu yang disahuti,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRP Parigi Moutong, I Wayan Mudana, saat ditemui, Selasa (9/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, dua jembatan yang belum disahuti penganggarannya itu, diupayakan direalisasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulteng tahun 2022 mendatang.

Berdasarkan estimasi kata dia, anggaran pembangunan lanjutan jembatan penghubung Desa Jono -Baliara menelan biaya kurang lebih Rp4,5 miliar. Sementara jembatan jalur dua Desa Bambalemo, pihaknya tidak mengetahui pasti.

Namun, dipastikan proyek pemabngunan lanjutan jembatan itu, tidak dapat dianggarkan melalui APBD Pemda Parigi Moutong  tahun 2022 mendatang, karena kondisi keuangan daerah yang masih minim akibat pandemi Covid-19.

“Saya belum bisa memastikan, apakah ini bisa direalisasikan nanti. Tetapi sudah ada signal dari komunikasi yang saya bangun di Pemprov. Sekarang saya belum follow up lagi, karena kesibukan pemeriksaan oleh BPK RI,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, bukan hanya pada proyek pembangunan jembatan saja, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan juga tidak dapat dianggarkan melalui APBD tahun 2022 mendatang.

Pihaknya, hanya mengharapkan Dana Alokasi Khusus bersumber dari APBN, dan beberapa titik ruas jalan telah diusulkan dan akan mendapatkan bantuan.

“Saya berharap usulan dua jembatan itu juga mendapatkan respon melalui APBD Pemprov. Supaya masyarakat bisa segera memanfaatkan jembatan itu,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk jembatan yang  telah direspon pada (APBD) Perubahan Pemprov tahun 2021 ini yakni, jembatan cabang di Desa Moutong, sebesar Rp11,5 miliar.

“Saat ini telah melalui proses tender, dan rencananya akan mulai dikerjakan pada tahun 2022 mendatang,” pungkasnya. (Opi)

Pos terkait