Lapas Parigi Sosialisasi Larangan Penggunaan HP

  • Whatsapp
Plh. Kepala Lapas Kelas III Parigi, Idris P. Paserang. (Foto : arifbudiman)

PARIMO – radarparimo.comLembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong  Sulawesi Tengah terus melakukan sosialisasi larangan penggunaan Handphone, untuk meningkatkan pemahaman kepada Warga Binaan (Wabin).

Sosialisasi kepada Wabin terus dilakukan secara persuasif, usai kegiatan keagamaan di rumah ibadah di dalam Lapas dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini masih ada Wabin kami temukan gunakan Handphone. Tapi kami berupaya untuk terus memberikan pemahaman, dan menyampaikan dengan cara baik-baik,” ungkap Plh. Kepala Lapas Kelas III Parigi, Idris P. Paserang  saat ditemui. Selasa, (2/11/2021).

Pihaknya kata Idris, mensosialisasikan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) nomor 6 tahun 2013 tentang tata tertib di dalam Lapas. Sehingga, Wabin diharapkan hanya menggunakan Handphone atau alat komunikasi lainnya yang disediakan oleh pihak Lapas saja.

“Kericuan kemarin penyebabnya karena penggunaan Handphone di dalam Lapas, yang memang dalam aturannya tidak dibenarkan bagi Wabin. Jadi kami terus memberikan pemahaman dengan mensosialisasikan aturan-aturan itu,”

Sebenarnya kata dia, pihak Lapas telah menyediakan fasilitas alat komunikasi seperti wortel bagi Wabin dengan tarif Rp2000 per 10 menit.

Hanya saja, masih saja ditemukan Wabin yang ingin melakukan komunikasi di jam-jam malam dengan keluarga ataupun kerabatnya.

“Kami tidak bisa juga terlalu keras mereka soal kepemilikan Handphone itu sekarang. Sebab, pasca peristiwa kemarin fasilitas kami masih terbatas. Kami juga tidak bisa melarang mereka untuk tidak berkomunikasi dengan keluarganya,” jelasnya.

Kemudian kata dia, karena kelebihan kapasitas di dalam Lapas, pihaknya saat ini tidak mengunci kamar-kamar para Wabin, hanya mengunci bagian blok saja.

Memang diakuinya, berdasarkan hasil peninjauan dengan pihak Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, ada kekeliruan pembangunan ruangan Wabin di dalam Lapas tersebut.

“Jadi sambil membenahi ruangan kamar kami memberikan kebijakan, tidak mengunci kamar tapi blok saja,” ujarnya.

Dia berharap, upaya pendekatan persuasif yang dilakukan pihaknya, dapat kembali memulihkan kondisi di dalam Lapas.(abt)

Pos terkait