Disdukcapil Parimo : Adminduk Diterbitkan Gunakan Kertas HFS Asli

  • Whatsapp
Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi dan Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Parigi Moutong.(F.Thilonk)

PARIMO – radarparimo.com Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan, penggunaan kertas HFS pada penerbitan administrasi kependudukan, asli sesuai aturan. Menyusul, banyaknya pertanyaan terkait persoalan itu dari masyarakat.

“Perubahan blangko itu mengacu pada Permendagri 109 tahun 2019, tentang formulir dan buku didalam administrasi kependudukan,” Kata Kepala Bidang Pengelola, Informasi, Administrasi Kependudukan Yamin saat ditemui, Rabu (25/8/2021).

Bacaan Lainnya

Yamin menyebut, administrasi diterbitkan menggunakan kertas HFS itu asli, ditandai dengan barcode tandatangan elektronik.

Menurut Yamin, jika masyarakat ingin mengecek tingkat keaslian dokumen itu, barcode itu dapat di scan menggunakan aplikasi yang dapat diunggah di handphone android.

Yamin mengatakan, adminduk itu bisa juga dikirim Dinas Dukcapil via email, agar mencetaknya sendiri. Namun karena tidak semua masyarakat memilikinya, maka pihaknya membantu untuk mencetakkan.

“Dinas Dukcapil ini sebenarnya sudah mengarah pada dokumen elektronik, jadi pelayanan berbasis digital. Jadi ketika masyarakat butuh dan kami mengirimkan via email, mereka bisa cetak sendiri diluar,” jelasnya.

Selain itu kata dia, pelayanan berbasis digital untuk menekan biaya pembelanjaan pengadaan blangko oleh negara, akibat perubahan-perubahan adminduk dilakukan masyarakat.

Seperti pergantian Kartu Keluarga (KK), akibat bertambahnya jumlah keluarga, pindah domisili, atau beberapa jenis perubahan lainnya.

“Perubahan itu, jelas mengupdate juga blangko saat menerbitkan. Penggunaan kertas HFS itu juga sebenarnya ketebalan kertasnya juga berbeda, dari biasanya,” ucapnya.

Sementara bagi masyarakat yang masih menggunakan KK lama tanpa barcode jelasnya, tetap berlaku sepanjang tidak melakukan perubahan data, dan mengacu pada aturan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau masyarakat untuk memperbaharui administrasi kependudukannya, jika terjadi perubahan. Seperti, status pendidikan atau pekerjaan, anggota keluarga meninggal dunia, atau telah menikah, dan jumlah anggota keluarga bertambah.

“Memperbaharui adminduk ini penting, baik masyarakat itu sendiri dan juga kami. Kalau ada anggota keluarga meninggal kita terbitkan akta kematiannya, lalu ada kelahiran diterbitkan KK baru dan akta kelahiran anak,” pungkasnya. (abt)

Pos terkait