Bupati mengikuti Visual meting bersama Akademisi Universitas Tadulako

  • Whatsapp
Bupati Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu mengikuti Visual meting bersama Akademisi Universitas Tadulako (Untad) terkait rencana pengembangan pola smart farming melalui videoconference bertempat di Rumah Kerajaan Kecamatan Tinombo, Foto : Humas Parimo

PARIMO – Bupati Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu  mengikuti Visual meting bersama Akademisi Universitas Tadulako (Untad)  terkait rencana pengembangan pola smart farming melalui videoconference bertempat di Rumah Kerajaan Kecamatan Tinombo,  Rabu (7/10/2020).

Turut mendampingi Bupati, tenaga ahli Pemerintah Daerah (pemda)  Kabupaten Parigi Moutong, ST Harko Pradono dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Bacaan Lainnya

Tenaga ahli pemda parigi moutong, ST Harko Pradono saat pemaparan kepada para akademisi Untad menjelaskan rencana pengembangan smart farming bertujuan mengidentifikasi, menganalisa, serta mengelola informasi keragaman spasial dan temporal di dalam lahan untuk mendapatkan keuntungan optimum serta berkelanjutan bagi para petani.

ST Harko Pradono mengatakan penerapan smart farming nantinya akan menampilkan informasi tentang peta dan data yang lebih kompleks terutama segala sesuatu yang diperlukan oleh petani dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga mempermudah, mempercepat, meningkatkan ketepatan sasaran serta mempercepat proses.

“Misalnya petani sangat memerlukan informasi cuaca setiap saat  karena dalam melakukan pengambilan keputusan terhadap pemilihan bibit, budidaya, penanggulangan hama memerlukan informasi suhu dan cuaca yang akurat” jelas ST Harko Pradono.

Begitupun halnya persoalan bibit,  lanjut ST Harko Pradono petani memerlukan informasi tentang spesifikasi lengkap bibit yang akan ditanam dimana unsur  tanah pertanian yang secara spesifik berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya memerlukan pemetaan secara rinci.

“Jika hal ini bisa dilakukan secara geospasial maka akan mempermudah petani dalam mengupayakan pemilihan jenis tanaman dan pemupukan, sehingga dapat memastikan hasil yang lebih baik dan produktif, serta petani dapat mengambil keputusan cepat terhadap pilihan-pilihan jenis tanaman yang harus dibudidayakan dengan efektif dan efisien” ungkap ST Harko Pradono.

ST Harko Pradono menambahkan, untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi pada petani yang akan menjadikan petani lebih berdaya saing, mandiri dan sejahtera harus dipersiapkan segera  infrastruktur teknologi informasi yang cukup, tower transmisi informasi berbasis digital yang perlu dikembangkan di daerah pedalaman, terpencil agar seluruh wilayah pertanian, perikanan serta peternakan dapat terjangkau teknologi informasi.

Dalam kesempatan yang sama,  Bupati  H. Samsurizal Tombolotutu menjelaskan gambaran umum pertanian diwilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Bupati, mengatakan dibidang pertanian,  pemda parigi moutong akan Mengembangkan varietas padi baru yaitu varietas tarabas yang memiliki mutu beras japonica premium.

” Dengan adanya gaya hidup, kebutuhan dan konsumsi pasar yang besar, itu harus ditangkap oleh para petani dengan menggunakan varietas terbaru. Areal sawah di daerah parigi moutong sangat luas,  sebagian lahan akan ditanami varietas terbaru, yakni varietas tarabas. Padi jenis tarabas tersebut adalah kelompok japanica yang induknya merupakan beras dari Jepang” tutur Bupati.

Bupati menambahkan, varietas tarabas memiliki keunggulan pada mutu beras yang sangat baik dan memenuhi standar beras japonica premium sehingga dapat menjadi subtitusi impor beras tipe japonica.

“Kelebihan lain dari varietas ini adalah tahan terhadap beberapa ras penyakit blas dan agak tahan penyakit tungro, dua penyakit penting yang sering mengganggu pertanaman padi sawah”pungkas Bupati.

Menanggapi rencana pengembangan pola smart farming yang disampaikan Bupati H. Samsurizal Tombolotutu,  para akademisi untad memberikan respon positif terhadap rencana tersebut.(Abt/ddy)

 

Pos terkait