Badan Penanggulangan Bencana Usul 5.500 Rumah untuk Direhabilitasi

  • Whatsapp
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parigi Moutong Marselinus Artawan. (F.Thilonk)

PARIMO – radarparimo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, mengusulkan sebanyak 5.500 unit rumah ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi pasca bencana gempa dan tsunami 2018 lalu.

“Yang tidak menerima tahap satu dan dua, saat bantuan rehabilitasi bangunan dilakukan, kami sudah usulkan ,”ucap Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parigi Moutong Marselinus Artawan, Selasa.(25/5/2021).

Bacaan Lainnya

Marselinus mengatakan, usulan itu merupakan inisiatif BPBD Parigi Moutong, karena banyaknya aspirasi dari pemerintah desa agar warga yang rumahnya belum tersentuh bantuan bisa diberikan bantuan.

Salah satu alasan pemerintah desa baru mengusulkan data rumah warga terdampak bencana, pasca bantuan tahap satu dan dua usai karena, warga beranggapan bantuan itu tidak akan direalisasikan.

“Kenyataannya bantuan pada tahap satu dan dua terealisasikan. Makanya mereka mengusulkan kepada kami, jadi untuk menyahuti aspirasi itu diusulkan,”jelasnya.

Menurut Marselinus, kategori rumah yang diusulkan dalam data 5.500 unit itu, tidak lagi memuat rumah dengan kondisi rusak berat. Sebab, kategori itu dianggap telah tuntas pada realisasi tahap satu dan dua.

Sehingga,  kategori yang diusulkan tahun 2021 itu hanya menangani rumah dengan kondisi rusak sedang, dan ringan saja.

“Untuk keseluruhan kategori yang diusulkan pada tahap satu terealisasi kurang lebih sebanyak 2000 unit. Tahap dua, sebanyak 400 unit lebih,”ucap Marselinus.

Marselinus mengaku, jika melihat daerah lain yang juga terdampak bencana Tsunami 2018 kemarin, bantuan hanya direalisasikan hingga tahap kedua saja.

Tetapi, pihaknya tetap optimis agar pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan untuk tahap ketiga, dan proses yang telah dilakukannya hingga kini, adalah melakukan verifikasi dan validasi rumah warga sebagai calon penerima bantuan.

“Kendala yang kami sering hadapi, saat validasi adalah, warga kadang komplain, kenapa yang mereka ajukan rusak sedang, tapi bantuan diterima rusak ringan. Padahal itu kondisi yang sebenarnya,”ujarnya.

Meskipun belum ada kepastian terkait kuota yang akan diterima, pihaknya berharap masyarakat bersabar dengan upaya yang dilakukan pihak BPBD

“Rumah yang kami usulkan, lokasinya mulai dari Wilayah Sausu hingga Kasimbar,”tuturnya.(abt)

Pos terkait